Apakah TOEFL Takers Bisa Pindah ke IELTS? (Panduan Beasiswa)

Bagi pejuang beasiswa bergengsi seperti LPDP atau Australia Awards Scholarship (AAS), mengantongi sertifikat kemampuan bahasa Inggris adalah syarat mullak. Kamu mungkin sudah memiliki skor TOEFL ITP dari kampus, namun belakangan menyadari bahwa persyaratan universitas tujuan di luar negeri mengharuskan IELTS atau TOEFL iBT. Pertanyaannya: apakah susah banting setir dari format satu tes ke tes lainnya?
Daftar Isi
Kabar baiknya, dasar bahasa Inggris yang sudah Kamu bangun saat belajar untuk satu tes tidak akan sia-sia. Namun, transisi ke tes lain membutuhkan adaptasi format secara drastis, terutama dari format TOEFL ITP yang sepenuhnya pilihan ganda (pasif) ke IELTS atau TOEFL iBT yang menuntut Kamu memproduksi bahasa secara aktif (Writing dan Speaking). Jika Kamu terbiasa dengan TOEFL ITP, tantangan terbesarmu di tes berbasis skill aktif adalah Writing dan Speaking. Artikel ini akan membedah komparasi mendasar ketiga tes tersebut, tantangan transisi yang mungkin Kamu hadapi, dan strategi pindah haluan agar skor bahasa Inggris Kamu aman untuk seleksi beasiswa.
Komparasi Format Tes: TOEFL ITP vs TOEFL iBT vs IELTS Academic
Sebelum memutuskan tes mana yang akan Kamu ambil atau pindah, Kamu wajib memahami perbedaan medan pertempurannya. Kebanyakan kampus luar negeri untuk tujuan LPDP dan AAS hanya menerima IELTS Academic atau TOEFL iBT. TOEFL ITP umumnya hanya berlaku untuk pendaftaran LPDP jalur Dalam Negeri atau beasiswa spesifik yang memiliki MoU tertentu.
Berikut adalah infografis komparasi format lengkap untuk ketiga tes bahasa Inggris paling populer untuk beasiswa tersebut:

| Komponen Tes | TOEFL ITP | TOEFL iBT | IELTS Academic |
|---|---|---|---|
| Format Ujian | Kertas (Pilihan Ganda 100%) | Komputer | Kertas atau Komputer |
| Sesi Speaking | Tidak ada sesi terpisah | Ada (Rekaman ke komputer) | Ada (Tatap muka dengan examiner manusia) |
| Sesi Writing | Tidak ada sesi terpisah (Hanya Structure) | Ada (Dua tugas esai, mengetik) | Ada (Dua tugas: deskripsi grafik & esai) |
| Aksen Listening | 100% Amerika Utara | Dominan Amerika Utara, sedikit aksen lain | Global (British, Aussie, Kiwi, Amerika) |
| Tipe Skill yang Diuji | Pasif (Reading & Listening + Grammar) | Terintegrasi (Membaca, Mendengar, Berbicara, Menulis) | Terintegrasi (Membaca, Mendengar, Berbicara, Menulis) |
Fakta penting: Perbedaan utama TOEFL ITP dengan TOEFL iBT dan IELTS adalah pada skill aktif. TOEFL iBT dan IELTS mengharuskan Kamu berbicara dan menulis esai, sedangkan TOEFL ITP menguji tata bahasa secara terpisah (Structure). IELTS dan TOEFL iBT tidak menguji grammar dalam sesi khusus, melainkan menilai akurasi gramatikal Kamu langsung dari caramu berbicara dan menulis.
Tantangan Terbesar Saat Pindah Tes untuk TOEFL Takers
Bagi peserta yang terbiasa dengan TOEFL ITP dan ingin beralih ke tes skill aktif, ada beberapa area yang sering menjadi culture shock. Berikut adalah tantangan utamanya:
1. Sesi Speaking Tatap Muka
IELTS Speaking mengharuskan Kamu berhadapan langsung empat mata dengan examiner manusia. Bagi sebagian orang, format ini bisa memicu kegugupan. Namun, format ini jauh lebih natural karena Kamu bisa meminta examiner mengulang pertanyaan di Part 1 dan Part 3 jika kurang jelas, sesuatu yang mustahil dilakukan di TOEFL iBT (bicara ke layar).
2. Jebakan Penulisan Esai Aktif
Di IELTS Writing, Kamu harus menulis dua esai dengan format yang sangat berbeda dalam 60 menit: laporan objektif (minimal 150 kata) berdasarkan grafik atau diagram di Task 1, dan esai opini (minimal 250 kata) di Task 2. Kamu tidak boleh memasukkan opini pribadi di Task 1. Kemampuan memproduksi struktur esai yang koheren dan akurat jauh lebih menantang daripada sekadar menjawab soal tata bahasa.
3. Jebakan Ejaan dan “Word Limit” di Listening
Di TOEFL, jawaban Listening selalu pilihan ganda. Di IELTS Listening, sebagian besar soal mengharuskan Kamu menulis jawaban sendiri (fill in the blanks). Artinya, jika jawaban audio adalah “accommodation” dan Kamu salah mengejanya menjadi “acomodation”, jawaban Kamu dianggap salah total. Kamu juga harus memperhatikan instruksi “NO MORE THAN TWO WORDS”.
Memilih Tes yang Tepat untuk Target Beasiswa Kamu
Jangan memilih tes hanya karena alasan “katanya lebih mudah”. Memilih tes bahasa Inggris terbaik sangat bergantung pada profil skill Kamu dan persyaratan beasiswa spesifik yang Kamu sasar.
- Target LPDP Dalam Negeri atau MoU Beasiswa Spesifik: TOEFL ITP (sering kali 500-550) umumnya cukup.
- Target Beasiswa Luar Negeri (LPDP, AAS, Chevening, dll): Kamu WAJIB mengambil IELTS Academic atau TOEFL iBT. LPDP dan AAS biasanya meminta skor IELTS minimal 6.5 (AAS Master) atau 7.0 (LPDP luar negeri universitas top).
Jika Kamu terbiasa dengan Structure TOEFL ITP, fondasi bahasa Inggris Kamu sudah kuat. Kamu tidak perlu belajar dari nol, melainkan beradaptasi dengan format tes skill aktif. Waktu adaptasi yang dibutuhkan biasanya 1 hingga 2 bulan persiapan intensif, dengan fokus 70% waktu untuk membedah struktur esai Writing dan latihan simulasi Speaking, karena dua skill inilah yang tidak pernah Kamu latih di TOEFL ITP.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan (FAQ)
Apakah saya bisa daftar LPDP luar negeri pakai TOEFL ITP, lalu tes IELTS belakangan?
Tidak. LPDP jalur luar negeri dan beasiswa prioritas mensyaratkan Kamu melampirkan sertifikat bahasa Inggris resmi seperti IELTS, TOEFL iBT, atau PTE Academic sejak awal pendaftaran. TOEFL ITP umumnya hanya bisa digunakan untuk mendaftar LPDP tujuan universitas dalam negeri atau skema tertentu.
Lebih susah mana, TOEFL iBT atau IELTS?
Tidak ada yang secara objektif lebih susah. Pilih TOEFL iBT jika Kamu nyaman mengetik cepat di komputer, kuat mendengar aksen Amerika, dan lebih suka Speaking ke mesin. Pilih IELTS jika Kamu lebih suka menulis tangan (atau mengetik), terbiasa membaca berbagai aksen global, dan lebih luwes berbicara langsung dengan manusia.
Apakah aksen British wajib digunakan di IELTS Speaking?
TIDAK. IELTS tidak menilai aksen peserta. Kamu bebas menggunakan aksen Amerika, British, Australia, atau bahkan aksen Indonesia, asalkan pengucapan (pronunciation) kata jelas, intonasinya tepat, dan Kamu dapat dipahami dengan mudah.
Penutup dan Langkah Selanjutnya
IELTS bukan tes yang tidak bisa ditembus. Kunci utamanya adalah jangan baca seluruh teks dari awal di Reading, latih manajemen waktu yang ketat, dan perkuat skill integrasi di Writing dan Speaking. Pindah tes dari TOEFL sangat mungkin dilakukan dan sering kali merupakan langkah wajib bagi pejuang beasiswa bergengsi. Meningkatkan skor Reading dan Listening bisa dilakukan secara mandiri melalui drilling soal, namun untuk menembus Band 7.0+ di Writing dan Speaking, Kamu mutlak membutuhkan koreksi dan feedback personal. Mempelajari teori saja tidak akan memperbaiki struktur kalimat atau intonasi berbicaramu.
Jika tenggat waktu beasiswa Kamu semakin dekat dan Kamu tidak ingin membuang waktu berharga dengan coba-coba sendiri, pertimbangkan untuk mengambil bimbingan intensif yang terstruktur. Cek program Kursus IELTS Private Online di Bahasa Inggris Net. Kurikulum kami disusun selaras dengan standar CEFR dan dirancang khusus untuk membedah kekurangan spesifikmu di sesi Writing dan Speaking, sehingga Kamu bisa mencapai skor target beasiswa LPDP atau AAS dengan efisien.

