Belajar Bahasa Inggris Itu Seperti Orang Bikin Kue
Belajar Bahasa Inggris March 1st, 2009 by Mugito Guido | 7,876 viewsIseng-iseng searching ‘Bahasa Inggris’ di Google, kok terus saya masuk ke blog BahasaInggris.Net. Setelah membaca satu artikel, wah saya jadi tertarik juga. Saya buka lagi satu persatu artikelnya, lho kok tambah menggelitik tuh motivational story-nya tentang belajar Bahasa Inggris. Sebagai orang yang juga senang belajar Bahasa Inggris, saya jadi pengin ikut-ikutan menyumbang tulisan (kalau dianggap layak lho). Bukan untuk memuji, menyombongkan diri atau punya tendensi tertentu, tetapi hanya ingin berbagi cerita / sharing pengalaman tentang bagaimana belajar bahasa asing yang satu ini. Siapa tahu tulisan ini ada manfaatnya bagi teman lain.
Saya sih setuju sekali kalau modal utama untuk belajar bahasa Inggris itu adalah NIAT, SEMANGAT. Besar kecilnya niat akan menentukan besar-kecilnya usaha kita dalam menaklukkan bahasa yang satu ini. Semakin besar niat kita, semakin gigih usaha kita untuk belajar, tidak perlu disuruh-suruh orang lain segala! Kita jadi tekun membaca apa saja yang ditulis dengan Bahasa Inggris, rajin membuka-buka kamus, browsing internet, nguping percakapan orang ataupun mencoba nekat ngomong. Kalau orang sudah punya niat besar, motivasi jadi besar juga, niatan untuk belajarnya adalah untuk bisa seperti air mengalir, bukan sekedar bisa sedikit-sedikit, tapi bisa total ! Kalau bisa banyak, kenapa harus sedikit-sedikit?
Kalau niat besar dan usaha mandiri seperti saya sebutkan tadi dilakukan, saya berani menjamin nilai 9 ada di tangan. Coba ingat-ingat di kelas kita, kalau yang niatnya kecil, selain gak pernah dapat nilai bagus, begitu ada pelajaran Bahasa Inggris perut jadi terasa sakit, kepala jadi terasa pusing. Bahasa Inggris lalu dianggapnya sebagai momok yang menakutkan. Lain halnya dengan mereka yang niatnya kuat, pelajaran Bahasa Inggris itu terasa sangat meyenangkan. Logis kan kalau usaha besar dapat nilainya juga besar (baca 9).
Ada banyak cara atau metode orang belajar Bahasa Inggris, ada yang menghafal kamus, ada yang pakai nyanyian, gambar, atau langsung nyebur seperti gaya Tarzan. Semua baik, gak ada yang jelek dan sah-sah saja. Yang penting adalah menemukan metode yang dirasa paling pas atau cocok dengan diri kita. Bisa jadi sebuah metode pas dipakai orang lain, tetapi belum tentu cocok dengan diri kita. Untuk menemukan metode yang cocok ini barangkali caranya dengan mencoba-coba/trial beberapa metode, kemudian baru tuning metode yang paling cocok dengan diri kita.
Menurut saya, belajar bahasa Inggris itu seperti orang membuat kue. Ada bahan, ada resep, ada alat, dicoba berulangkali, baru bisa menghasilkan kue yang enak. Kalau kita sudah punya bahan, punya resep, punya alat tapi gak pernah dicoba apakah kita akan pernah bisa jadi pembuat kue? Kita punya bahan, punya alat dan dicoba membuat kuenya, tetapi kalau resepnya gak diikutin apa kita dapatkan kue yang enak? Nah, begitu juga halnya dengan belajar Bahasa Inggris, kita mesti punya bahan, punya resep, punya alat, berani mencoba, coba, coba, coba dan coba terus, baru kita bisa tuh menguasai bahasa yang paling banyak digunakan di dunia ini.
Ada empat ketrampilan pokok (main skills) yang perlu dicapai dalam mempelajari Bahasa Inggri, yaitu : reading (membaca), writing (menulis), listening (mendengarkan) dan speaking (berbicara). Nah, kalau empat komponen ketrampilan ini sudah dapat dikuasai, mungkin inilah tahap di mana kita mengusai Bahasa Inggris secara air mengalir, bukan yang sedikti-sedikit itu. Air mengalir itu selain alirannya lancar, iramanya teratur, juga enak dirasakan, alami (natural) ! Jadi selain lancar, kalau kita ngomong pakai bahasa Inggris ya, gaya, irama, logatnya diusahakan menyerupai penutur aslinya (native speaker). Kalau bisa ngomong Bahasa Inggris sudah nggak lagi kental tuh logat Bahasa Indonesia atau bahkan bahasa daerahnya, nah itu namanya alami.
Untuk meraih empat ketrampilan pokok itu saya punya cara yang saya rasakan cocok. (namun tentunya ini belum tentu cocok bagi orang lain). Nah cara saya itu kira-kira begini:
1. Banyak membaca, setiap hari diusahakan membaca
Apa saja boleh dibaca pokoknya berbahasa Inggris: boleh sobekan koran, buku, brosur, kotak obat, dan lain-lain. Eh, nggak saya sadari perbendaharaan kata (vocabulary) jadi numpuk nih di kepala. Karena kata-kata yang saya temukan di bacaan kemarin, muncul lagi di hari berikutnya. Ternyata kata-katanya cuma diulang-ulang!
2. Rajin buka kamus
Nah kalau kata yang belum saya ketahui artinya, saya mesti lihat di kamus. Gak cuma arti padanan katanya, tapi juga dilihat tuh bagaimana mengucapkannya dengan benar. Ucapan katanya harus diyakini benar, jangan karena malas terus main kira-kira. Kalau main kira-kira saja, bisa keliru. Contohnya, kata ‘prepare’ (verb) dan ‘preparation’ (noun), ‘contract’ (verb) dan ‘contact’ (noun), masing-masing kata itu lain cara mengucapkannya dan lain penekanan suku katanya.
3. Mengutip struktur kalimat yang unik dan menarik
Struktur kalimat yang saya anggap menarik, saya kutip dan saya kumpulkan dalam satu buku. Semakin banyak yang dibaca, semakin banyak struktur bahasa yang ada di bank data. Sekali-kali saya buka-buka catatan itu, saya baca-baca dan gak kita sadari banyak yang mengendap di otak kita, alias hafal. Saat saya perlu mengungkapkan maksud yang sama, sudah mengalir sendiri tuh struktur-struktur. Kalau lupa tinggal buka buku catatannya, dan contek.
4. Latihan ngomong
Ngomong boleh dengan diri sendiri (gak apa asal gak di jalanan). Bisa ngomong di depan cermin sambil melihat gerakan bibir kita. Dulu omongan saya saya rekam di tape recorder, lalu saya putar ulang untuk mengetahui sudah pas belum lafal atau pronounciation-nya. Bisa juga langsung ngomong sama teman, atau juga setengah nyombong langsung hampiri turis bule (kebetulan dulu rumah saya dekat dengan candi Borobudur). Yang penting pratek ngomong, praktek, pratek dan praktek! Gak perlu risau kalau membuat kesalahan, yang penting maksud kesampaian. Kalau si bule bisa manggut-manggut, nah itu tandanya kesampaian maksud omongan kita.
5. Latihan nguping
Biasanya kalau sudah berani praktek ngomong dengan teman, atau nekat jadi Tarzan memburu bule-bule (meskipun Bahasa Inggris-nya masih merangkak), sakaligus kita latihan nguping. Kalau bule mau kita ajak ngomong, nah sekaligus kena deh praktek listening-nya. Nguping percakapan lewat media seperti kaset, CD, VCD, dan media lain semacam itu, juga bagus !
6. Latihan nulis
Nulis apa saja boleh! Bisa nulis puisi, buku harian, surat , ataupun membuat cerita satu-dua paragraf saja. Yang penting bisa mengungkapkan pikiran kita dalam bentuk tulisan Bahasa Inggris. Waktu saya di sekolah menengah dulu, sempat mengirimkan beberapa cerita ke majalah anak-anak dan remaja berbahasa Inggris di Yogya, untuk testinglah, eh ada yang juga yang dimuat. Saya masih ingat honor pertama saya Rp. 600,- (enam ratus rupiah) tahun 82-an. Kalau jaman sekarang lebih enak, kalau sudah merasa pede (percaya diri) bisa juga menulis di media cetak, ataupun di blog seperti punya Mas Mufli ini. Jaman saya sekolah dulu, komputer belum ada.
Nah dari uraian di atas, perbendaharaan kata (vocabulary) yang harus ditambah setiap hari itu, saya anggap sebagai bahan. Semakin kaya perbendaharaan kata kita, semakin banyak pilihan. Maksud tertentu bisa diungkapkan dengan kata yang berbeda, jadi tidak mengulang-ulang kata yang sama. Nulis atau ngomong lebih lancar karena pilihan kata yang banyak di kepala, tinggal dialirkan keluar lewat struktur kalimat. Seperti air yang mengalir. Ucapan lafal (pronunciation), penekanan suku kata (stress), juga merupakan bahan baku untuk ngomong Bahasa Inggris. Lafal kata, penekanan, intonasi, ini adalah faktor-faktor yang membuat omongan kita jadi kedengaran alami (natural).
Struktur kalimat yang unik, menarik, yang diperoleh karena banyak membaca, itu namanya resep. Resep adalah pedoman, pola, aturan, rule untuk menyusun kata-kata menjadi kalimat. Struktur fungsinya sebagai alat untuk mengalirkan perbendaharaan kata dari kepala ke dalam kalimat-kalimat yang runtut . Kalimat-kalimat ini merupakan cerminan buah pikiran kita yang dituangkan dalam bentuk media kebahasaan.
Bahan melimpah, resep sudah kepegang, alat tersedia, sekarang tinggal prakteknya. Semakin dipraktekkan, semakin lancar jadinya. Praktek, prakter, praktek dan terus praktek! Sedikit-sedikit dipraktekkan setiap hari, lama-lama gak terasa jadi terbiasa nulis banyak, dan ngomong ceriwis. Lancar! Kalau ada tukang kue di restoran yang dibayar mahal, itu karena sudah ahli. Keahliannya didapat dari mana, ayo coba tebak ! Ya, betul : praktek ! Belajar Bahasa Iggris itu seperti membuat kue: The more practice you have, the better English you get.
Selamat belajar Bahasa Inggris.
Mugito Guido








24 Responses to “Belajar Bahasa Inggris Itu Seperti Orang Bikin Kue”
By made sudarmada on Mar 4, 2009 | Reply
waktu saya masih sma , setiap saya dapat pelajaran bahasa inggris saya merasa sangat malas.karena sangat membosankan tapi niat untuk bisa menguasai bahasa itu sangat besar halhasil saya lulus dgan nilai yang sangat jelek,Dan sekarang saya sedang bekerja di kepariwisataan tentunya english nomer satu harus kita kusai,terkadang saya bingung bgaimana cara menguasai bahasa ini.dan saya sering buka2 buku dan kamus tapi hasilnya saya cepat sekali lupa.kira2 dengan cara bagaimana ya biar bahasa inggris saya ini sedikit lancar?
By Atha on Mar 5, 2009 | Reply
Bagaimana caranya belajar bahasa inggris dgn mengucapannya dgn baik dan benar tolong ajarin aku lewat internet
By Mugito Guido on Mar 6, 2009 | Reply
Pertama, mesti senang dulu. Kalo sudah senang, pasti tambah rajin. Kalo sudah rajin, gak disadari pasti semakin banyak yang diingat. Cepat lupa? Itu hanya perasaan saja.Tidak ada orang bodoh, yang ada hanya orang yang tahu belakangan saja. Yang pinter, hanya karena tahu lebih dulu. Kerja di dunia pariwisata sangat menunjang, bapak termasuk orang yang beruntung!
Maju terus,mulai dari hal yang positif, hasilnya pasti positif. Salam.
By Mugito Guido on Mar 17, 2009 | Reply
Dear Atha,
juga bisa koq belajar pakai VCD tutorial yang banyak dijual online.
thanks
By Eko Jariyanto on Mar 23, 2009 | Reply
Terimakasih ya, tips dan saran anda sangat bagus. Insya Allah akan saya praktekkan… Doakan saya ya, semoga bisa bicara bahasa Inggris dengan hebat. Amien…
By ruben on Mar 23, 2009 | Reply
i don’t speak inglish
By Elmansyah on Mar 25, 2009 | Reply
wah jadi semangat ni.. tuk belajar … lagi… mudah2 an masih sanggup otaknya hehe…
By Mugito Guido on Mar 29, 2009 | Reply
Mas Eko, Anda memang hebat! Anda sudah punya niat besar, artinya 50% sudah bisa yang 50% lainnya = belajarnya.
Salam.
By Mugito Guido on Mar 29, 2009 | Reply
Dear Ruben,
By writing your comments here, it means that now you can speak English. Do you want to speak English fluently? Just keep on learning!
Thanks & regards,
Git
By Mugito Guido on Mar 29, 2009 | Reply
Mas Elmansyah,
Terima kasih. Otak kita tidak pernah lemah koq,jadi pasti sanggup! Perasaan kita saja yang sering melemahkannya.
Salam.
By purba on Mar 30, 2009 | Reply
Makasih mas infonya. Keren nih blognya..
By mukti on Apr 5, 2009 | Reply
pertama yang kita pelajari apanya
By mukti on Apr 5, 2009 | Reply
tlng kirim ke emal saya cara mudah belajar bhs inggis
By Mugito Guido on Apr 16, 2009 | Reply
Mas Mukti, maaf agak sibuk akhir-akhir ini jadi baru sempat buka ini. Belajar Bahasa Inggris sulitnya cuma satu: memulainya! Jadi setelah mulai, gampang.Membaca saja, dipaksakan setiap hari. Setelah 3 bulan, coba ngomong: bisa!
thanks/
By riza on Apr 19, 2009 | Reply
kk ak anak SMPN 102 nieh..!!
klo ak lg ULANGAN b.Inggris ga erty ap2 pling2 nunggu tmen ngerjain dlu bru bsa nyontek..!
abizz ak ga erty mw jawab ap..
orang soal`a ajh ak ga tw ap lg ngejawab`a…
tp untuk bljr b,inggris ak blum ad niat..
bntu ak mndapat kan solusi`a y…??
mkasih..
By ima on Apr 29, 2009 | Reply
gimana sich ngilangin rasa takut klo ngomong bahasa inggris di depan orang banyak
By Mugito Guido on May 4, 2009 | Reply
Takutnya karena belum mulai. Mulai saja, maka takut akan hilang.
Regards,
Mugito Guido
By uddyfresh on Jun 27, 2009 | Reply
Wah terima kasih banget nieh ada web kyk gini…tapi sy suka masih kesusahan dalam merangkai kata2x english misalkan dalam bentuk jamak, lampau…kata sipat atau yang lainnya. Apakah semacam itu harus dihafalkan semua?
Jawab:
Saya kira tak perlu bersusah payah dihafal deh, spt juga dari bahasa daerah ke bhs indonesia tdk kita hafal, yang penting sering dipergunakan maka akan otomatis hafal, hehe
By uddyfresh on Jun 27, 2009 | Reply
Iy seeh keseringan dipergunakan lama2 hafal, mengingat masa SMP saya pernah mnjd peringkat pertama dalam test semester tapi kedepannya…. sampai sekarang karena nggak ada panduan, minat saya jadi berkurang padahal wkt itu B. ing jadi favorite banget. Thank you to the site…. wah ngerti nggak ya si Masnya kyknya salah dech ..hehehe.
By fitriani on Sep 4, 2009 | Reply
aku pengen banget belajar bahasa inggrisss ajarin aku dunk coz aku buntu banget dengan yang namanya bahasa inggriss padahall aku pengen banget pinter…plese help me
By iskoy on Nov 28, 2009 | Reply
NIce post!
By hamid on Dec 14, 2009 | Reply
dalam mengartikan bahasa inggris sebenarnya ada atau tidak cara yang lebih mudah?
cara pertama yang dilakukan
By Ajmi on Dec 20, 2009 | Reply
Mas,, gimana ya spya listeningnya ga ancur..susah bgtz loh nangkep pmbcraan org..give me your suggestion please..hehe
Jawab: oh saya belajar disini, banyak audio untuk diputar berulang kali: http://mufli.net/en
By enno on Mar 26, 2010 | Reply
aqu mau bnget bljr bhsa inggris
pi gmna cara nya???????